ILMU BUDAYA
DASAR
“HARI RAYA IDUL FITRI DI INDONESIA”

Dosen:
Edi Fakhri
Nama:
Nur Fadlia (55415176)
Kelas : 1IA06
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME
karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun
makalah ini tepat waktu. Makalah ini berjudul “HARI RAYA IDUL FITRI DI
INDONESIA”. Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan
hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari penulisan, bentuk penyusunan penulisan maupun pemilihan materinya. Kritik
dan saran sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang masalah
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian idul fitri
2. Dampak
hari raya idul fitri dan penyebabnya
2.1 Tinjauan
sosial budaya
2.2 Tinjauan
ekonomi
2.3 Tinjauan
sarana transfortasi
3. Solusi
dari dampak yang terjadi pada hari raya
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang masalah
Lebaran atau
hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam
di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah
sebulan berpuasa di bulan Ramadhan.
Di hari
lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu orang
yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan-jalan di Indonesia
macet total. Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul
dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa,
biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang
berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang
spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako
harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak
menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang
merupakan hari yang spesial sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup
masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan
budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih
jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan
masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita semua,
dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN IDUL FITRI
Idul Fitri
(Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh
pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang
berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa
jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari
penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh
jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang
berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan
menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau
bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup
menampung jamaah. Dan sebelum salat ied di lakukan imam mengingatkan siapa yang
belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat ied baru membayar
zakatnya hukum nya sodakoh biasa bukan zakat.
Ditinjau
dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar agama Islam, setiap muslim
di dunia sangat menantikan datangnya hari lebaran. Lebaran merupakan hari
kemenangan setiap muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan
(kalender Hijriah). Di hari lebaran setiap muslim
Lebaran
merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim kembali ke fitrahnya,
seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia, dan pada malam lebaran
setiap muslim wajib membayar zakat paling lambat sebelum shalat Idul Fitri
selesai. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan hati kita, lalu zakat yang
diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran
memang hari yang sangat spesial karena di hari itu. Kita dapat menyambung tali
silaturahmi yang mungkin ada yang sudah terputus sekian bulan lamanya. Di dalam
Al-Qur'an juga kita diperintahkan supaya kita harus tetap mempererat tali
silaturahmi dengan sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat
kaitannya, bahkan tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya Setiap muslim
memang wajib mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena hal itu sangat
berguna bagi kita semua.
2. DAMPAK HARI RAYA IDUL FITRI DAN
PENYEBABNYA
2.1 TINJAUAN
SOSIAL BUDAYA
Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah
menjadi adat istiadat., dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan sangat
antusias, di hari lebaran banyak hal-hal yang jarang di lihat di hari-hari
biasa. Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia
terjebak macet karena dalam lebaran kita akan mengenal budaya mudik atau pulang
kampung yang biasanya mudik orang-orang yang bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa
makanan-makanan khas lebaran misalnya; ketupat, lontong sayur, opor ayam, dll.
Bakhan setiap daerah memiliki makanan-makanan khas daerahnya sendiri. Dari segi
sosial lebaran merupakan hari nyang menyatukan setiap orang berbagai kelas
sosial, biasanya merka tidak mengenal siapa mereka, mereka tetap saling
memaafkan satu sama lainnya, sehingga lingkungan menjadi rukun, aman, dan
damai. Tapi ada juga yang kadang yang tak memanfaatkan moment lebaran ini
dengan sebaik-baiknya, bisanya mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri.
Sehingga tetap tidak rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan
Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak suka bermain petasan dan kembang
api, di pasar-pasar / warung banyak sekali orang berjualan petasan dan kembang
api. Padahal petasan di larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan
keselamatan tapi mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang
menjual petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi
selalu menayangkan acara-acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan dan
lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya lebaran tetap pada hakikatnya yaitu hari
kemenangan bagi muslim di Indonesia, bahkan di seluruh Indonesia. Satu hal lagi
yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu yang berziarah ke kuburan
keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang datang untuk mendo’akan
arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di Jakarta khusunya banyak sekali
jasa-jasa yang mau mendo’akan atau memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari
luar kota yang mengais rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal.
2.2 TINJAUAN
EKONOMI
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga
bahan pokok melonjak naik, harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dan
sebagainya ikut naik. Tapi masyarakat tetap membeli yang harus mereka beli,
walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini jelas sekali sangatlah penting dalam
lebaran, walaupun hal itu tidak diwajibkan. Dalam segi ekonomi kita membahas
hanya seperti ini, karena semuanya sudah kita bahas dalam segi sebelumnya yaitu
segi sosial budaya. Telah kita ketahui benar bahwa lebaran dalam sosial budaya
dan segi ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di
jelaskan lagi.
2.3 TINJAUAN
SARANA TRANSPORTASI
Pada hari raya idul fitri tidak asing lagi kita akan
melihat jalan-jalan akan macet yang di penuhi kendaraan-kendaraan yang ingin
mudik ke kampung halaman. Tidak hanya di jalan raya saja yang terjadi
penumpukan penumpang, tetapi kita juga akan melihat kejadian tersebut di
stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Orang orang yang ingin mendapatkan
tiket rela antri sampai beberapa hari, bahkan tidak jarang mereka sampai
bermalam ditempat penjualan tiket, hanya untuk mendapatkan tiket dan untuk
bertemu sanak saudaranya dikampung halaman. Hal ini memang sudah menjadi
tradisi setiap akan menjelang hari Raya Idul Fitri.
kesimpulan
dari paparan diatas yaitu, pada hari raya idul fitri yang sering terjadi adalah
-
Melonjaknya harga-harga barang di pasaran (sembako) seperti harga daging sapi,
cabe, sayur-sayuran dan lain-lain. Yang mengakibatkan harga-harga tersebut naik
karena tingginya permintaan konsumen terhadap barang tersebut, namun persediaan
terhadap barang tersebut kurang, sehingga terjadinya kenaikan harga barang
tersebut.
- Jalur
transportasi yang sangat ramai dikarenakan para masyarakat yang ingin pulang ke
kampung halamannya yang sekian lama merantau di kota lain demi mencari
pekerjaan. Hal ini menyebabkan kemacetan di jalan-jalan, terutama di jalan yang
dilalui jalur-jalur mudik. Tidak hanya di jalan darat saja, namun terjadi
lonjakan penumpang yang mudik di pelabuhan-pelabuhan yang menggunakan jasa
kapal, selain itu juga di bandara-bandara yang menggunakan jasa pesawat
terbang.
- Maraknya
penjualan mercon, kembang api dan sebagainya yang dapat mengakibatkan hal yang
negatif. Banyak pedagang-pedagang yang berjualan secara diam-diam, karena hal
itu dilarang polisi, namun mereka tetap saja berjualan untuk mendapatkan
keuntungannya. Dampak dari penjualan mercon, kembang api dan sebagainya itu
banyak anak-anak kecil terkena letupan dari barang tersebut, tak jarang
menyebabkan anak kecil tersebut akan cacat.
3. SOLUSI DARI DAMPAK YANG TERJADI
PADA HARI RAYA
Solusi dari
semua masalah diatas akan dipaparkan dibawah ini :
Ø Kenaikan harga barang pada waktu
menjelang lebaran sudahlah menjadi musiman setiap tahunnya, mulai dari harga
barang kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik.
Masyarakat pada umumnya sudah tahu dan bisa menduga hal itu sehingga untuk
mengantisipasinya dilakukanlah pembelian barang jauh sebelum lebaran khususnya
barang kebutuhan pokok yang tahan lama seperti beras, gula, minyak goreng,
tepung dan barang lainnya yang digunakan untuk membuat makanan atau kue untuk
dimakan pada saat lebaran.
Ø Kegiatan mudik di Hari Raya Idul
Fitri merupakan sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh sebagian besar
masyarakat Indonesia yang berada di rantau. Mereka biasa memanfaatkan momen ini
sebagai salah satu cara mengobati kerinduan akan sanak keluarga dan juga
suasana kampung halaman.tentu hal ini menyebabkan kemacetan yang sangat luar
biasa, bahkan karena kemacetan ini sering menyebabkan meningkatnya kecelakaan
lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan ini pihak polisi, terutama bagian lalu
lintas harus berupaya untuk meminimalisirkannya, baik dengan cara, yaitu :
1. Mempersipkan jalur alternatif yang
bagus dan mendukung, jika terjadi kemacetan yang sangat parah.
2. Mempersiapkan dan memperbaiki
jalan-jalan yang rusak, terutama jalu-jalur yang dilewati pemudik.
3. Turun langsung ke jalan raya untuk
mengatur jalur lalu lintas, agar para pemudik bersikap taat pada peraturan lalu
lintas. Hal ini juga bisa berfungsi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas,
yang sering terjadi akibat pemudik yang mengendarai kendaraannya tidak taat
lalu lintas.
4. ”Pemerintah sebagai penyelenggara
negara, diharap menciptakan kebijakan yang mampu berpihak kepada kenyamanan dan
pengurangan kendaraan yang ada. Bila berani, kurangi produksi kendaraan, baik
roda dua, empat maupun lebih dari sektor produksi. Atau, pemerintah diharapkan
berani mengambil langkah untuk mengurangi volume kendaraan yang berlalu lalang
pada hari raya”
Dari kutipan
diatas kita bisa simpulkan, untuk mengurangi tingkat transaksi jual beli
mercon, petasan atau kembang api dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengadakan razia menjelang hari raya
idul fitri, baik di jalan-jalan raya yang sering memperdagangkan mercon,
petasan dan kembang api, serta melakukan razia dipabrik-pabrik yang memproduksi
mercon, petasan dan kembang api dalam skala besar.
2. Menghimbau semua orang, terutama
anak-anak kecil agar tidak bermain mercon, petasan dan kembang api, serta
memberi penjelasan apa bahaya dan dampaknya jika terkena ledakannya.
3. Memberikan sanksi yang tegas bagi
yang memperjual belikan mercon, petasan dan kembang api, agar para penjual
merasa takut.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh
umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam
setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Liburan lebaran juga sering
dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan
kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan
aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau
kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali. Di hari lebaran
biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena
sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya
lebih banyak dari biasanya.
DAFTAR PUSTAKA
http://nesaci.com/contoh-kata-pengantar-makalah/
diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://onyxblog94.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-kata-pengantar-makalah.html
diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Fitri
diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.mediaindonesia.com/welcome/opinipublik_all/37/10
dinduh sabtu, 31 desember 2011
http://metro.vivanews.com/news/read/8473tanah_abang_diawasi_dari_perdagangan_petasan
diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.google.co.id/#sclient=psy-ab&hl=id&source=hp&q=solusi
mengurangi penjualan mercon dan kembang api diunduh minggu, 1 januari 2012
http://www.google.co.id/search?tbm=isch&hl=id&source=hp&biw=1468&bih=556&q=gambar+kemacetan
diunduh kamis, 5 januari 20112
http://www.google.co.id/#hl=id&cp=27&gs_id=3n&xhr=t&q=transaksi+jual+beli+petasan&pf=p&sclient=
diunduh kamis, 5 januari 2012
0 komentar:
Posting Komentar